Rabu, 22 Juli 2009

Gerhana Matahari Total "Sihir" Jutaan Orang


VIVAnews - Jutaan orang di India, China, dan sejumlah negara lain di Asia merasa takjub melihat gerhana matahari total, Rabu 22 Juli 2009. Ini merupakan gerhana yang istimewa, karena dianggap sebagai gerhana yang terlama dalam abad ini. 

Stasiun televisi Channel News Asia mengungkapkan bahwa banyak orang di India dan China terkesima bisa melihat terhalangnya matahari oleh bulan selama lebih dari lima menit. Langit di sejumlah tempat itu menjadi gelap saat terjadi gerhana matahari total.  
 
Di beberapa tempat, mereka bisa melihat dengan jelas melalui kacamata khusus saat gerhana total membentuk cincin putih besar, atau yang disebut umbra. Di Mumbai, India, ratusan orang berkumpul di sekitar planetarium Nehru kendati rela basah setelah diguyur hujan. 

"Kami tidak mau melihat dari televisi, maka kami sengaja datang ke sini untuk melihat dari tempat yang terbaik," kata Dwayne Fernandes, mahasiswa berusia 19 tahun. 

"Mungkin, setelah ini kami akan bilang kepada yang lain bahwa kami telah menyaksikannya," kata teman kelasnya, Lizanne De Silva.  

Gerhana matahari total biasanya terjadi setiap 18 bulan. Namun gerhana kali ini sangat istimewa karena matahari akan terhalang oleh bulan maksimal selama 6 menit 39 detik. Menurut perhitungan para astronom, fenomena seperti itu baru bisa terulang pada tahun 2132.

Di Shanghai, China, para turis dari luar kota dan luar negeri berbondong-bondong datang untuk menyaksikan gerhana matahari total. "Kita tidak akan menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkannyam," kata Charles Fulco, seorang guru astronomi dari New York, yang sengaja datang ke Shanghai untuk melihat gerhana matahari. "Kita bakal menjadi ketagihan melihatnya," lanjut Fulco kepada stasiun televisi CNN.  

Gerhana pertama kali muncul pada Rabu dini hari di Teluk Khambhat, India, yang terletak di sebelah utara kota metropolis Mumbai. Pemandangan itu selanjutnya akan tampak bagian timur India, lalu di Nepal, Myanmar, Banglades, Bhutan, dan China sebelum akhirnya muncul di Pasifik.

Terhalangnya pandangan ke matahari oleh bulan dari permukaan bumi itu terakhir akan tampak di Pulau Nikumaroro, Kiribati, yang terletak di Pasifik Selatan. Namun penduduk negara-negara lain di Asia juga bisa melihat gerhana matahari, walau tidak akan total.

Bagi para astronom, gerhana itu akan menjadi peluang untuk memandangi langsung, dalam waktu relatif lama, korona matahari. Benda itu menyerupai cincin putih berjarak 1 juta kilometer dari permukaan matahari.


• VIVAnews