Kamis, 28 April 2011

Iwan Fals: Cintailah Masjid & Qur'an, Semua Persoalan di Sana Jawabannya


SUBANG (voa-islam.com) – Musisi dan penyanyi Iwan Fals mengajak penggemarnya yang tergabung di Orang Indonesia (OI) untuk mencintai masjid dan Al-Qur'an. Di masjid bisa mengadu kepada Allah, di dalam Al-Qur'an ada jawaban atas semua persoalan hidup.
"Masjid adalah tempat kita mengadu kepada Allah," kata Iwan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Sukamelang Subang Jawa Barat, Ahad petang (3/4/2011), dalam rangkaian tur ke 99 pesantren bersama kelompok Ki Kanjeng Ganjur pimpinan Al-Zastrow.
Suatu ketika, para pentolan OI bercerita kepadanya bahwa selama ini banyak orang bertanya tentang apa saja kepadanya, bisa dijawab dan mendapatkan solusi terbaik. "Nah, giliran dia punya masalah bingung harus bertanya pada siapa," ujar Iwan.
Maka, ketika persoalan tersebut disampaikan kepada Iwan, dengan spontan dia menjawabnya, "Datanglah ke masjid. Sebab, di sana kita bisa mengadu kepada Allah."
….Datanglah ke masjid. Sebab, di sana kita bisa mengadu kepada Allah….
Sejak peristiwa itu, kata Iwan, di sejumlah daerah yang ada pesantren yang menjadi sasaran kunjungannya, massa OI selalu bersama-sama membersihkan dan shalat di masjid.

Merindukan Al Qur’an 
Pencipta dan pelantun Oemar Bakri, Bento dan Bongkar ini juga mengaku sangat merindukan Al-Qur'an untuk mengisi hari-hari hidupnya ke depan. "Sebab semua persoalan hidup, jawabannya ada di dalam Qur’an," kata Iwan.
Ia mengaku tersadar tentang kehebatan Qur’an ketika menyaksikan seorang qoriah pesantren Miftahul Ulum usai mengajinya lalu membawanya dengan cara memeluknya. "Dalam benak saya lalu berkata, (Qur’an dipeluk) pasti ada apa-apanya," ujar Iwan.
Dia lalu bertanya pada Al-Zastrow, sahabat karibnya yang faham tentang Islam. "Kata dia (Al-Zastrow), karena Qur'an bisa menjawab semua persoalan hidup."
….Al-Qur'an bisa menjawab semua persoalan hidup, sebab semua persoalan hidup jawabannya ada di dalam Qur’an….
Maka, ayah Galang Rambu Anarki itu memutuskan untuk membuka-buka sekaligus membaca dan memahami serta melaksanakan titah ayat-ayat yang terkandung di dalam Qur’an itu. "Selama ini saya senang baca buku, tapi, nggak ada yang bisa menjawab sekaligus memecahkan berbagai macam persoalan yang dihadapi," tutur Iwan.
Iwan mengungkapkan tentang sejumlah surat dalam Qur’an yang menerangkan tentang kehidupan. "Misalnya, surat Al-Ashri tentang menghargai waktu dan Al-Ma'un tentang kasih sayang kepada sesama," ujarnya.
Diam-diam, pesohor lagu-lagu balada yang pernah menjadi juara lomba azan sewaktu di SD itu mulai lancar berbicara bahasa dakwah dan menyitir ayat-ayat Qur’an, maka, Al-Zastrow pun kemudian tak pelak memanggil Iwan dengan sebutan Kiai Haji Iwan Fals. Hadirin pun menyambutnya dengan tepukan tangan. [taz/tin]

Melongok Argumen Yang Menghalalkan Ngebom Polisi Saat Shalat di Masjid


JAKARTA (voa-islam.com) – Bom bunuh diri yang dilakukan Muhammad Syarif Astanagarif untuk menggapai kesyahidan (istisyhad) di Masjid Az-Zikra Mapolresta Cirebon, saat jamaah sedang menunaikan shalat Jum'at (15/4/2011) lalu, melahirkan kontroversi.
Sebagian besar ulama mengecam pemboman itu dengan berbagai fatwa, antara lain: tidak paham fiqih jihad sebab dalam fiqhul jihad sama sekali tidak dibenarkan melakukan penyerangan terhadap rumah ibadah;  tindakan yang melanggar syariat Islam; tindakan yang haram, dsb. Tentunya, fatwa ini bukan asal-asalan, melainkan berlandaskan disiplin ilmu syariah yang mereka tekuni.
Menanggapi komentar negatif terhadap bomber di masjid saat shalat Jum'at itu, muncul pembelaan dengan dalil-dalil dan rujukan banyak kitab ulama, yang diposting di berbagai blog, mailis maupun jejaring sosial. Voa-islam.com sendiri menerima email dari seseorang yang menamakan diri Abu Khataf Saifur-Rasul, Sabtu (23/4/2011).  Dalam email berjudul "Jawaban untuk para komentator bom masjid mapolres Cirebon" itu, Abu Khataf meradang dengan menyebut para ulama yang tidak setuju dengan Bom di Masjid Az-Zikra Cirebon saat shalat sebagai orang yang jahil murakkab, IQ di bawah standar, IQ jongkok, lancang, dsb. Kepada umat Islam yang tidak bernah berjihad di medan perang, Abu Khataf meminta agar tidak ngoceh dalam masalah jihad itu.
Dalam risalahnya, secara tegas Abu Khataf menfatwakan halalnya darah polisi RI di manapun berada, baik Brimob, Reserse maupun Polantas, karena mereka adalah kafir yang melindungi hukum thogut, memerangi mujahidin, dan berkiblat ke Amerika.
Inilah email Abu Khataf yang mengemukakan argumen bolehnya membunuh polisi di masjid saat sedang menunaikan shalat. Email dikutip apa adanya, tanpa editing apapun untuk menjaga orisinilitas. Berbagai style bold, italic , capital maupun ejaan dalam kutipan ini sama sesuai yang dikirimkan via email kepada voa-islam.com:

“Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Risalah ini adalah tanggapan terhadap komentar-komentar tentang apa yang terjadi pada hari jumat 15 april 2011 di cirebon (bom cirebon).
Sebelumnya perlu diperhatikan bahwa
1. Ana (Abu Khataf) tidak kenal dengan pelaku dan (kalau ada) orang-orang yang berada di balik peristiwa itu.
2. Ana (Abu Khataf) asumsikan bahwa pelaku dan (kalau ada) orang-orang yang berada di balik peristiwa itu adalah seorang muslim yang meniatkan apa yang mereka lakukan adalah dalam rangka jihad fisabilillah. Singkatnya mereka adalah mujahid -dan Alloh SWT yang maha tahu niat mereka di dalam hati-
Telah mengabarkan kepada ana, beberapa ikhwan tentang komentar-komentar sumbang dan kadangkala lucu bahkan memalukan atas peristiwa bom polres cirebon. Anehnya komentar-komentar miring tersebut didendangkan oleh oknum yang mengaku bermanhaj jihad dan pejuang syariat, serta mengaku sebagai penggede mujahidin.
Berikut komentar-komentar yang ana dengar skaligus kami berikan tanggapannya.

1. Mereka para polisi yang menjadi target/korban adalah muslim karena mereka masih sholat sehingga tidak boleh di tumpahkan darahnya.
JAWABAN:
Apakah kalian kira jika orang masih sholat berarti dia seorang muslim meskipun melakukan kekafiran yang dhohir mutawatir??? Aduhai… Kasian sekali wahai orang-orang jahil murokab jika kaliah beraqidah demikian.
Tidakkah kalian tahu:
- Rosululloh Sholallohu alaihi wassalam pernah mengutus Baro’ bin Azib untuk membunuh orang yang menikahi ibu tirinya padahal dia masih sholat??
-Rasululloh Sholallohu alaihi wassalam pernah berencana memerangi bani Mustholik ketika di beritakan mereka enggan membayar zakat padahal mereka juga masih sholat, tapi ternyata berita itu adalah berita dusta.
- Abu Bakar As-Shidiq ra. memerangi pengikut Musailamah al kadzab padahal diantara mereka masih ada yang sholat.
- Abu Bakar As-Shidiq ra. juga mmerangi orang-orang yang menolak zakat dan telah menjadi ijma’ bahwa mereka adalah kelompok murtad padahal mereka juga masih sholat.
-Ali bin Abi Tholib ra. membakar orang-orang yang ghuluw terhadap beliau padahal mereka juga masih sholat
- Dan masih banyak contoh-contoh salaf, mereka mengkafirkan dan menghalalkan darah serta harta orang-orang yang melakukan kekafiran padahal mereka masih sholat.
Contoh terakhir adalah kasus bani Ubaid bin Godah yang mengaku keturunan Fatimah mereka mendirikan sholat jumat & sholat jama’ah, mengangkat para qadhi dan mufti tapi hal ini tidak menghalangi para ulama mazhhab maliki dan yang lain untuk mengkafirkan mereka diantara ulama yang mengkafirkan adalah al imam asy syahid -begitu menurut persangkaan ana- Abu Bakar An-Nabulisi.
lalu pertanyaannya, apa yang membuat para polisi itu kafir sehingga halal darah dan harta mereka untuk di tumpahkan meskipun mereka masih sholat???
Kita tau bahwa negara ini adalah negara kafir dan thoghut, itu dkarenakan negara ini menerapkan hukum thoghut (UUD45 dan pancasila) dan negara ini juga berkiblat ke amerika si gembong kekafiran dunia dalam memerangi mujahidin, sehingga dengan demikian seluruh penyelenggara negara ini, mereka adalah kafir, musyrik dan thoghut dengan variatif tingkatannya.
Lalu dimana posisi polisi???
Di dalamUUD45 bab xii psl 30 (4) di dalam kitab thoghut ini di katakan “KEPOLISIAN NEGARA RI SBG ALAT NEGARA YG MENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT, BERTUGAS MELINDUNGI, MENGAYOMI, MELAYANI MASYARAKAT SERTA MENEGAKKAN HUKUM”.
Jadi polisi RI adalah kafir baik itu brimob, reserse maupun polantasnya. Tidak ada perbedaan karena mereka di satukan dengan satu tujuan dan tugas yaitu menegakkan dan melindungi hukum thoghut. Mereka dibawah satu pimpinan, satu tujuan, dan satu tugas. Sedangkan individu-individu tho’ifah mumtani’ah adalah mengikuti status pimpinannya berdasarkan al kitab, assunnah, ijma’ dan kaidah fiqhiyah. Jadi mereka itu kafir yang halal darah dan hartanya secara hukum dhohir, meskipun mereka mengaku islam, sholat, zakat, puasa & haji. Karena kekafiran mereka bukan dari sisi ini.
Silahkan rujuk kitab2 berikut utk mengetahui dalil-dalilnya.
1. Ad duror assuniah juz 8 cetakan lama
2. At tibyan fie kufri man a’na al amrika (Syaikh Nashir Bin Hamd Al Fadh
3. Al jami’ buku ke 10 (Syaikh Abdul Qodir bin Abdul ‘Aziz)
4. Da’wah muqowamah terutama pd anggaran dasar ( Syaikh Abu Mush’ab As Suri)
5. Masa’il min fiqh jihad Abu Abdillah al muhajir
6. Dan kitab2nya Syaikh Al-Maqdisi dan Syaikh Aly Khudair.

2. Mujahidin menjadikan tempat ibadah (masjid) sebagai target/sasaran.
JAWABAN:
Ini mungkin tuduhan yang paling konyol dan tidak masuk akal yang ana dengar, yang tidak mungkin tuduhan ini di lontarkan kcuali oleh orang-orang yang IQ-nya di bawah standar ( IQ jongkok).
Ketahuilah wahai pemilik IQ jongkok, seandainya yang menjadi target mujahidin adalah masjidnya tentu mujahidin tidak akan menyerangnya di saat banyak orang berkumpul di dalamnya. Jika bangunan masjidnya yang ingin dimusnahkan tentu mujahidin akan memilih waktu dmana masjid itu kosong dan tidak perlu mujahidin melakukan aksi istisyhadiah jika hanya untuk menghancurkan bangunan kosong..
Ketahuilah wahai pemilik IQ jongkok, yang menjadi target mujahidin bukanlah bangunannya. Tapi yang menjadi target adalah orang-orang yang dianggap musuh yang berada di dalam bangunan tersebut. Ini sebenarnya bisa di fahami dan dimengerti oleh orang-orang yang mau menggunakan akalnya untuk menilai dan berfikir. Tapi apa mau dikata, ternyata kita juga menghadapi orang-orang yang memiliki akal dibawah standar.

3. Mujahidin menyerang orang-orang yang beribadah di dalam masjid.
JAWABAN:
Coba kalian baca dan renungi ayat ini, ” Alloh Ta’ala berfirman: apabila sudah habis bulan-bulan haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrik itu DIMANA SAJA KAMU JUMPAI MEREKA. (QS. 9:5)
Jadi perlu kalian ketahui larangan membunuh orang-orang musyrik kafir itu tidak terkait dengan tempat tapi masa haram 4 bln yaitu dari 10 zulhijjah hingga 10 rabiulakhir. Inipun dengan catatan mereka tidak memerangi mujahidin.
Berangkat dari ayat yang mulia inilah mujahidin akan terus mengejar, mengintai, dan membunuh orang-orang kafir musyrik dimanapun meerka berada hatta jikapun mereka bergelanyut di tirai ka’bah, mujahidin tetap akan membunuh mereka jika dipandang mereka perlu dihabisi. Karena rumusnya sederhana, “Perang terjadi (dikobarkan) ditempat adanya musuh”.
Mudah-mudahanan kalian faham!

4. Perbuatan itu ( tafjir masjid mapolres cirebon) mafsadatnya lebih besar dari manfa’atnya bagi kaum muslimin, dakwah tauhid dan mujahidin sendiri.
JAWABAN:
Syubhat manfa’at dan mafsadah ini adalah warisan turun temurun dari orang-orang yang sebenarnya tidak menginginkan tegaknya jihad kecuali jika sudah sesuai dengan planing and strategy kelompok mereka.
Untuk itu biarlah jawaban dari subhat ini kita berikan kepada ahlinya, yaitu Syaikh Nasr bin Hamd al Fahd yang dikutib oleh Syaikh Aiman adz-Dzowahiri dalam kitab at-tabriah hal 144.
Syaikh Nasr menjawab subhat ini dengan mengatakan:
“Benar memang suatu perintah kalau kerusakannya lebih besar daripada maslahatnya, maka tidak disyariatkan saat itu. Akan tetapi ada 2 hal yang perlu diperhatikan :
1. Mafsadah ataupun manfaat yang di maksud adalah mafsadah atau manfaat hakiki syar’i bukan angan-angan atau dugaan.
2. Sesungguhnya kelompok yang paling layak dan utama untuk memandang/menentukan manfaat dan mafsadah dalam jihad mereka adalah mujahidin, bukan qo’idun yang tidak mengerti bagaimana cara memegang pistol.”
Kalian faham wahai pemuja maslahat dan mafsadat???
Kalian faham bahwa orang yang tidak pernah berdebu di dalam jihad fiesabilillah, tidak pernah memenggal kepala orang kafir atau menembakkan sebutir peluru ke arah orang-orang kafir tidak layak ngoceh masalah mafsadah atau maslahat dalam jihad??!
Tapi sayang… Hari ini banyak orang-orang yang lancang mengambil suatu urusan yang bukan menjadi haknya.

5. Jubir mereka mengatakan “tindakan itu diharamkan karena tidak sesuai dengan kaidah fiqh jihad”.
JAWABAN :
Wahai pak jubir kenapa anda jadi sewot??
Coba tunjukkan dalil dari Al Qur’an, Sunnah,Ijma’ dan aqwal salaf tentang keharoman membunuh/mengebom anshor thoghut (polisi) kalau memang pak jubir merasa diatas al haq.
Coba tunjukkan kaidah fiqh jihad yang mana yang tidak sesuai dengan amaliyah istisyhadiyah tersebut jika pak jubir merasa faham dengan kaidah fiqh jihad. Apakah harom yang pak jubir maksud adalah menurut kitab jama’ah anda?? Maka kalau itu yang pak jubir maksud mungkin saja pak jubir benar.
Mungkin kata-kata ana terlalu kasar untuk pak jubir, itu dikarenakan pak jubir tidak memiliki belas kasihan dan pembelaan sama sekali terhadap pelaku yang keislamannya tsabit dan tujuannya jelas sebagaimana tertulis dalam wasiat pelaku yang dipublikasikan sendiri oleh jubir thoghut.
Seandainya pak jubir lebih hati-hati dalam menjaga lisan, tentu kami juga akan lebih hati-hati dalam menjaga lisan kami terhadap pak jubir, insyaAlloh.
Seandainya pak jubir mau merinci haromnya dimana dengan dalil-dalil syar’i dan juga dimana tidak sesuainya dengan kaidah fiqh dengan perincian yang syar’i tentu kami juga akan menjawab dengan perincian yang syar’i, insya Alloh.
Ketahuilah wahai pak jubir, antara kita ada Al Qur’an, assunnah, ijma’ maka mari kita kembalikan perbedaan kita kepada dalil. Mudah-mudahanan isyarat singkat ini bisa pak jubir fahami.
Wahai Rabb yang memahamkan Sulaiman, fahamkanlah saudaraku pak jubir..

6. Kelompok-kelompok islam berkumpul pada tgl 18 april 2011 mereka menyatakan kesamaan sikap mengutuk dan mengharamkan peledakan di cirebon
JAWABAN:
Sungguh memalukan sekali apa yang kalian lakukan ini..
Kalian bersegera tergopoh-gopoh membela thoghut saat mereka sedikit tertimpa musibah !!
Ana bertanya kepada kalian :
Dimana kalian ketika DR. Azhari dibantai oleh thoghut didepan mata kalian???
Dimana kalian saat 3 mujahid di eksekusi regu tembak thoghut didepan mata kepala kalian???
Dimana kalian saat kaum muslimin di poso dibantai thoghut juga didepan mata kalian?
Dimana pembelaan kalian saat al akh Nurdin, Jabir, Urwah, Ibrahim, dan ikhwan-ikhwan di aceh diberondong peluru thoghut tanpa ampun di depan mata kepala kalian??? Bukankah mereka kaum muslimin???
Bukankah mereka haram darahnya untuk ditumpahkan???
Adakah kalian berkumpul seperti yang kalian lakukan saat ini untuk menyatakan sikap pembelaan???
Tapi lihatlah kalian saat ada segelintir thoghut yang terluka, kalian segera berkumpul dan segera menyatakan baro’ kalian terhadap aksi tersebut dan bersimpati dengan luka-luka si thoghut.
Demi Alloh, telah nampak kemunafikan kalian dengan apa yang kalian lakukan !!
Ya Alloh, saksikanlah.. Kami baro’ terhadap apa yang dilakukan oleh orang-orang munafik itu..
Ana cukupkan tanggapan tentang suara-suara sumbang yang tidak berperikeikhwanan dalam menyudutkan pelaku bom cirebon, sebenarnya masih sangat banyak nada-nada sumbang yang kami dengar.. Biarlah semua itu menjadi bumbu pelezat dalam perjuangan..
Terakhir ana tujukan kata-kata ini untuk ikhwan-ikhwan mujahidin ‘amilin fiesabilillah, siapapun dan dimanapun kalian berada. Kepada mereka yang mencintai Alloh dan Alloh pun mencintai mereka. Mereka yang adil, lembut dan sayang kepada orang-orang mukmin dan keras, tegas serta ganas terhadap orang-orang kafir.
Kepada mereka yang terus berusaha menghidupkan ibadah jihadiyah baik dalam kondisi sempit ataupun lapang..
Kepada mereka yang tidak pernah menghiraukan cacian orang-orang yang suka mencaci dan bualan orang-orang yang suka membual..
Kepada mereka ana ucapkan Jazakumulloh khayran jaza’ atas usaha jihadiah yang kalian lakukan.
Demi Alloh, kalian telah -menjadi perantara Alloh- untuk membuat kami tertawa dan senang atas mengalirnya darah dari satu kelompok yang telah -dengan ijin Alloh- mengalirkan banyak darah mujahidin, seperti yang kalian ketahui…
Jazakumulloh khayran jaza’ atas usaha kalian yang telah membuat luka kelompok yang telah banyak melukai saudara kalian..
Jazakumulloh khayran jaza’ kepada kalian yang telah membuat menangis kelompok yang juga telah membuat menangis anak_anak saudara kalian karena abi-nya ditangkap, disiksa dan dibunuh didepan mata kepala mereka, seperti sudah maklum bagi kalian…
Demi Alloh…
DemiAlloh kami ridho dengan apa yang kalian lakukan meskipun banyak orang lain yang tidak ridho dengan apa yang kalian lakukan, maka tutuplah telinga dan mata kalian dari orang-orang yang tidak menginginkan jihad kalian..
Cukuplah Alloh bagi kalian..
Demi dzat yang telah meluluh lantakkan pasukan abrahah, kalian berperang bukan karena jumlah, kekuatan atau bilangan, tapi kalian berperang karna dien ini yang Alloh muliakan kita denganya..
Inilah keyakinan pendahulu kalian komandan perang mu’tah Abdullah ibnu Rawahah, maka peganglah erat-erat wasiat pendahulu kalian.
Jangan kalian terlalu berharap meraih kemenangan sempurna, mengharap daulah/khilafah tegak pada jaman kita karena hal itu adalah perkara yang ghoib yang hanya diketahui Alloh .
Yang harus kalian yakini menurut ana adalah bahwa kita adalah generasi ‘tumbal’ tegaknya kejayaan islam, maka bergembiralah wahai generasi “tumbal”..
Adapun kepada para kritikus / komentator jihad ana katakan :
“JIKA KALIAN TDK MALU SILAHKAN LAKUKAN APA YG KALIAN INGINKAN”
Demikian kutipan utuh fatwa Abu Khataf yang dikirimkan ke redaksi voa-islam.com. Sayangnya, Abu Khataf tidak menjelaskan secara tafshil (rinci), terhadap polisi yang dihalalkan darahnya untuk dibunuh di manapun berada termasuk di masjid saat shalat itu: apakah menumpas habis terhadap makhluk yang bernama polisi itu sebuah kewajiban atau sekedar mubah? Lalu seandainya membunuh polisi adalah sebuah kewajiban, apakah termasuk fardhu kifayah ataukah fardhu 'ain? Lalu apakah status polisi Muslim dengan polisi non Muslim dipandang sama sebagai makhluk kafir yang sama-sama boleh dibunuh kapanpun dan di manapun berada?
Sayangnya pula, Abu Khataf dalam fatwanya juga belum merinci kenapa harus melakukan itu semua dengan bom yang rawan melahirkan salah korban terhadap warga sipil dan umat Islam? Bom Masjid Az-Zikra Cirebon misalnya, korbannya (tidak sampai mati) juga tidak semuanya polisi.
Pertanyaan lainnya, tanpa bermaksud mengecilkan siapapun, kenapa para bomber istisyhad itu memfokuskan diri kepada polisi yang notabene mayoritas KTP-nya tercantum agama Islam? Kenapa para nabi palsu pendiri sekte-sekte sesat dan para kafirin yang jelas-jelas memurtadkan umat Islam, mencerca Allah Ta'ala, menghina Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan melecehkan syariat Islam justru kurang mendapat tempat dari bidikan mereka? Padahal kelompok kedua ini lebih jelas dan tidak ada ikhtilaf hukumnya, baik hukum syariat maupun hukum negara sama-sama memusuhi mereka.
Istimbath hukum terhadap semua persoalan ini –dan seribu satu pertanyaan lainnya– tentu perlu kajian yang mendalam dari para ulama yang berkompeten, dengan pemahaman yang sesuai manhaj Ahlussunnah wal Jamaah, dan tidak emosional tentunya. Bukan soal nyali jihad dan ambisi berani mati syahid semata, tapi karena menyangkut dua hal yang sama-sama krusial: takfir dan nyawa.
Menyangkut takfir, bila kaum yang dikafirkan (lalu dihalalkan darahnya) itu dibenarkan secara syar'i, tentunya tidak menjadi persoalan. Tapi bagaimana jika takfir itu salah alamat? Bukankah takfir yang salah alamat itu bisa kembali kepada diri sendiri?
Soal nyawa, bila aksi penghilangan nyawa  itu sesuai dan dibenarkan secara Syar'i, tentunya juga tidak bermasalah. Tapi bagaimana bila kelalaian aksi, mengakibatkan salah korban? Bukankah Allah Ta'ala sangat menghargai nyawa, bahkan nyawa satu orang sama dengan nyawa semua manusia di muka bumi (Qs. Al-Ma'idah 32), sehingga pembunuhan tanpa alasan yang dibenarkan adalah dosa besar yang diancam dengan neraka Jahanam (An-Nisa 93)? Wallahu a'lamu bis-shawab [taz]

Isu NII Bagian Dari Konspirasi Jegal Islam Jelang Pemilu


(Jakarta) voa-islam.com - Mengguritanya isu Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah (NII KW) 9 semakin menggelembung dan menyeret persepsi serta menimbulkan antipati masyarakat awam tentang Islam yang benar. Isu NII tiba-tiba saja kembali bergulir meski sebetulnya "hidangan lama" yang sudah basi.
Ketegasan pemerintah semakin dipertanyakan, muncul dikaitkan dengan kasus-kasus orang hilang dan pencucian otak. Nama Pondok Pesantren Al Zaytun juga disebut-sebut terkait NII KW 9. Pemerintah sebaiknya segera menyikapi, jangan bungkam!
"Pemerintah hendaknya segera membuat keputusan secepatnya, apakah Al Zaytun terlibat NII atau tidak. Apabila memang dinyatakan secara legal terlibat NII, segera saja ditutup. Apabila tidak terbukti, segera pemerintah membuat release kepada semua lembaga yang bersangkutan dengan adanya NII dan Al Zaytun," ujar Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Pusat Mustofa B Nahrawardaya
Mustofa menambahkan, "Akibatnya, Al Zaytun mirip barang dagangan misterius yang bisa dimanfaatkan kapan saja, untuk kepentingan strategis. Entah itu untuk mengeruk keuntungan finansial, memojokkan agama Islam, atau meraup suara dalam pemilu. Namun yang paling sering adalah dimanfaatkannya Al Zaytun untuk menebar fitnah," cetus staf ahli DPR ini. Pemilu 2004 lalu bahkan ratusan bus disewa orang tak dikenal dan merekrut kalangan oknum TNI dan masyarakat umum untuk mencoblos Partai Golkar di Pondok "Sesat" Al Zaitun di Indramayu, Jawa Barat. Namun ketika terhembus oleh awak media, kasus ini hilang bak ditelan waktu.
Seperti halnya LDII, NII pun melakukan politik dagang sapi dan negoisasi transaksional untuk memenangkan partai yang bisa melindungi kepentingan mereka.
Pemerintah diminta segera membuat tim audit keuangan Al Zaytun untuk meneliti bagaimana pesantren tersebut bisa kaya raya seperti sekarang. "Apakah harta benda yang mereka miliki dari hasil kejahatan, mungkin penipuan, atau money laundering. Atau memang sumber finansial mereka murni dari income yang halal," jelasnya.

Dia juga menuturkan, banyak pendapat yang menyatakan ada kaitan antara NII KW9 dengan Pesantren Al Zaytun, termasuk penangkapan Pepi Fernando Cs, hanya untuk menghabisi Al Zaytun. Jika dilihat dari pola kejadiannya, sangat teratur.

NII pernah memiliki dana Milyaran di Bank Century
Dalam berita yang dirilis Detik.com, Kamis (28/04), Organisasi Negara Islam Indonesia (NII) sepertinya tidak main-main. Layaknya organisasi yang memiliki dana untuk operasionalnya, NII pernah memiliki dana yang tidak sedikit. Ratusan miliar dana NII diketahui pernah didepositokan di Bank Century (kini Bank Mutiara), kantor Cabang Senayan.

"Saat saya keluar tahun 2007 itu ratusan miliar. Itu tadinya dana untuk mendirikan lembaga pendidikan formal," kata Imam Supriyanto, yang pernah menjabat Menteri Peningkatan Produksi NII dari 1997-2003, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (28/4/2011).

Dia bercerita, saat masa itu (1997-2003) yang mejadi Imam Negara adalah Syamsul Alam, orang yang ia yakini sama dengan pemimpin Pondok Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, Panji Gumilang. Namun setelah, ia keluar dari NII tahun 2007, ia tak tahu lagi keberadaan dana tersebut.

"Setalah keluar saya nggak tahu lagi dana itu, termasuk saat gonjang-ganjing kasus Century," kata Imam.

Dia bercerita, dana besar yang dimiliki NII saat itu berasal dari sumbangan para anggotanya yang militan. Namun keadaaan berubah setelah terjadi gejolak internal pada tahun 2002. Saat itu, Syamsul Alam tidak bisa mempertanggungjawabkan 'uang negara' yang ia pakai.

"Saat itu separuh anggota keluar," ujar Imam.

Nah, gejolak internal itulah yang menurut Imam membuat aksi NII belakangan ini banyak terkait dengan tipu-menipu dan pencurian. Pasalnya, setelah gejolak itu, pimpinan NII mengeluarkan kebijakan bahwa anggota harus menyumbang dengan target tertentu.

"Tidak ditentukan standar operasional pencarian dana seperti apa. Jadi anggota harus nombokin jika tidak mencapai target," ujarnya.
Lain lagi dengan sikap MUI yang telah tegas menyatakan NII KW IX sesat dan menyesatkan plus melakukan tindakan makar terhadap negara dan agama Islam sendiri.
Lihat saja contoh kesesatan NII KW IX ini, beragam cara yang dilakukan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Salah satu yang dilakukan adalah dengan mengirim wanita berjilbab ke aneka tempat umum seperti SPBU dan ATM untuk meminta dana kepada masyarakat, dengan berkedok yayasan panti asuhan. Tak hanya itu, seorang mahasiswi mantan anggota NII KW IX pun menceritakan kepada voa-islam.com, ia dipaksa mencari uang dengan meminta-minta di lampu merah, ATM dan bahkan di pusat perbelanjaan,
salah satu yang dilakukan adalah dengan mengirim wanita berjilbab ke aneka tempat umum seperti SPBU dan ATM untuk meminta dana kepada masyarakat, dengan berkedok yayasan panti asuhan.
"Untuk mencari dana, NII KW 9 mengirimkan wanita berjilbab ke tempat-tempat umum seperti SPBU dan ATM. Mereka mengaku sebagai utusan yayasan yatim piatu. Mereka mengedarkan amplop kosong dan meminta orang untuk mengisinya," kata mantan Camat NII KW 9 wilayah Tebet, Sukanto

Pria yang biasa dipanggil Anto ini mengaku memantau sendiri kehadiran petugas yayasan asli tapi palsu alias aspal tersebut. Mereka beroperasi di sekitar Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Mereka berani menggunakan nama yayasan asli beraktekan notaris. Bahkan mereka mengontrak sebuah rumah untuk dijadikan kantor yayasan. Fisiknya benar ada tapi dana yang terkumpulkan 90 persen untuk membiayai NII. Hanya 10 persen yang digunakan untuk administrasi yayasan," imbuhnya.

Menurut Anto, modus tersebut mulai digunakan NII KW 9 sejak tahun 1996 dan meledak di tahun 2004 pasca bencana tsunami yang melanda Aceh. Saat bencana tersebut, yayasan abal-abal itu merengkuh dana hingga miliaran rupiah.

"Melihat hal itu, NII KW 9 menggalakkan kembali modus yayasan abal-abal untuk mencari dana. Gerakannya dilakukan serentak di SPBU dan ATM yang tersebar di berbagai wilayah seperti Solo, Malang dan Jakarta," tutup Anto.

Islam Dinodai Menjelang Pemilu
Seorang Ustadz yang aktif di ICMI, Ustadz Anshori A. Djabbar menandaskan, 3 tahun menjelang Pemilu selalu saja ada isu untuk mendeskredikan Islam dan menjadikannya korban konspirasi pihak tertentu. Berita buruk yang terus menerus digelontorkan yang nantinya secara psikologis akan menggiring persepsi buruk terhadap Islam dan semua simbol-simbol keislaman, termasuk partai yang bernafaskan Islam dan agenda pemenangan Pemilu. Benang merahnya tentu saja sebagai upaya menaikkan tawaran "partai nasionalis" sebagai alternatif kekecewaan publik pada simbol-simbol keislaman termasuk diantaranya kasus NII yang sama sekali tidak memperjuangkan Islam. Bahkan sebaliknya.
Ada upaya menaikkan tawaran "partai nasionalis" sebagai alternatif kekecewaan publik pada simbol-simbol keislaman termasuk diantaranya kasus NII yang sama sekali tidak memperjuangkan Islam. Bahkan sebaliknya.
Voa-islam.com sempat mencatat daftar hitam "Grand Design memojokkan Islam" yang jumlahnya tidak sedikit, bahkan 2-3 isu buruk tentang islam, baik menyerang Islam abangan, Islam moderat hingga aktivis dan ormas Islam bhakan hingga ke kasus perceraian AA Gym pun masuk dalam satu agenda yang sama, yaitu semua dijadikan bulan-bulanan dan sasaran "pembunuhan karakter".
Mari simak bersama, apa saja konspirasi dan dagelan yang dimainkan di negeri kita.
Januari - Februari, Lintas Agama Bongkar Kebohongan SBY
Lihat saja, sejak Januari hinga April 2011 ini, isu-isu baru mendeskreditkan umat dan citra Islam selalu ada saja yang "dirilis" oleh kaum liberalis yang sejak jaman penjajahan Belanda sudah ditunggangi oleh Fremasonry Yahudi. Alih-alih ingin membongkar kebohongan Pemerintahan Presiden SBY-Budiono, malah Aktivis Lintas Agama yang di "bunuh karakternya", tidak tanggung-tanggung, langsung tertuju kepada Din Syamsudin yang cenderung islam moderat. Bukan aktivis lain yang cenderung nasionalis atau kristen sekalian. Memang betapa lihainya mereka membuat pengalihan isu untuk menggelembungnya penolakan kepada SBY.
Februari - Maret : Kambing Hitam Umat Islam di Cikeusik dan Temanggung
Belum selesai masalah ini, timbul isu baru lainnya yang lagi-lagi memanaskan politik nasional, mulai dari kasus Ahmadiyah di Cikeusik dan penodaan Islam oleh pendeta di Temanggung yang menyudutkan FPI. Belum jua kasus dan terungkapnya aktor intelektual yang menurut penelusuran tim wartawan dan kontributor bermula pada adanya rapat disebuah rumah oknum jenderal ini. Bahkan Amerika Serikat mati-matian intervensi Indonesia agar tidak melarang Ahmadiyah.
Di Haifah Israel, jemaat Ahmadiyah hidup aman. Tidak mungkin Amerika Serikat dan Israel lindungi Ahmadiyah kalau Ahmadiyah itu tidak menyimpang dari ajaran Islam.
Maret : Densus Latihan Anti Terorisme Teriakkan "Jihad"
Ada lagi yang benar-benar melukai umat Islam, semua atribut Islam benar-benar babak belur dipermainkan Densus 88 Jatim, dalam simulasi penanganan bom di kereta komuter Stasiun Wonokromo, Kamis (24/3), menggunakan simbol ISLAM!!! Dalam latihan antiteroris, Densus 88 benar-benar tak beradab dan tidak menghargai perasaan umat Islam sebagai pemilik suara mayoritas di negeri terbesar ke empat didunia, dan negeri muslim terbesar di dunia. Kecaman datang akibat ulah Densus 88 Polda Jatim yang menggelar simulasi penanganan bom di kereta komuter dari Stasiun Wonokromo ke Stasiun Gubeng hari Kamis (24/3) kemarin. Apa pasal? apalagi kalau bukan pengunaan label pada kotak bom bertuliskan "Jihad Fisabilillah Demi Kebenaran" dan juga menggunakan teriakan takbir dari orang yang digambarkan sebagai teroris yang digunakan Densus 88 Anti Teror dalam simulasi penanganan teroris ini dituding telah melecehkan umat Islam.
kotak bom bertuliskan "Jihad Fisabilillah Demi Kebenaran" dan  beradegan takbir dari orang yang digambarkan sebagai teroris yang digunakan Densus 88 Anti Teror adalah penghinaan yang sangat jelas
Maret : Cerita Berseri ala Bom Buku dan Situs PSSI di hack The Soldier of Allah. 
Belum usai isu Dewan Revolusi yang akhirnya menguap ditelan waktu, timbul lagi isu baru yaitu teror "Bom Buku" yang lagi-lagi mengatasnamakan Jihad Islam. "Si pembuat bom bukan menarget orang-orang yang dikirimi (paket bom buku) itu. Akan tetapi, tujuannya adalah agar pemuda Pancasila, Liberal, Polisi dan tokoh politik misalnya, kemudian marah. Lalu membenci tokoh-tokoh Islam," kata Munarman. Bom buku juga langsung "menunjuk hidung" Ustadz Jihad Abu Bakar Ba'syir dan Abdullah Sunata. Persidangan belum usai, vonis belum dipalu namun media masa menohok kedua tokoh jihad beda generasi ini. Aneh bukan?
Belum kasus ini kelar, timbul situs PSSI di Hack oleh aktivis Jihad Islam? Tak mempan menyerang Tokoh Lintas Agama yang menyudutkan Din Syamsudin, lalu menuduh ormas Islam cenderung anarkis dan menguapnya dalang Ahmadiyah di kasus Cikeusik dan Pendeta Anarkis di Temanggung, kini hacker bernama "The Soldier of Allah" menyerang situs PSSI dengan menuliskan kalimat-kalimat khas aktivis islam. Kalo ini umat Islam yang melakukannya, ada sedikit kejanggalan yaitu dengan penggunaan back-sound  rapper yang berceloteh tentang demokrasi dan terorisme.
Lirik Rap dimulai dengan menyebut sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib dan istri Rasulullah Aisyah. si Rapper memulai celotehnya dengan "Sarungkanlah Pedang Ali dan Siti Aisyah ke tempat yang pantas..."
Situs tersebut kini tidak menampilkan halaman seperti biasanya, melainkan gambar yang berisikan pesan khusus. Pada halaman utama situs tersebut hanya menampilkan pesan bertuliskan Khilafah and Syariah The Solution dengan latar belakang bewarna hitam, situs tersebut juga disusupi lirik Rap yang menyerukan sindiran terhadap penguasa yang tidak becus mengatur rakyatnya.

Maret-April : Ribut Internal PKS dan Politikus Video Porno
Yusuf mengingatkan kepada para elit PKS agar tidak sewenang-wenang terhadap dirinya, karena ia mengancam akan membongkar semua tabir kepalsuan dan sejumlah kasus di tubuh PKS. “Saya ini diakui oleh Ustadz Abu Ridho sebagai perutnya PKS yang menyimpan banyak rahasia PKS. Jadi jangan coba-coba macam-macam. Nanti saya muntahkan semua peluru yang saya simpan ini,” ancamnya. Semoga kasus ini mencelikkan semua mata, agar istiqamah menjaga syariat Islam, termasuk syariat poligami. Karena di tangan orang yang tidak bertanggungjawab, syariat poligami tercederai,  nampak tercela, kotor dan keji di mata masyarakat awam.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mengawini dua perempuan, sedangkan ia tidak bisa berbuat adil kepada keduanya, pada hari akhirat nanti separuh tubuhnya akan lepas dan terputus” (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 168, hadits nomor 9049). baca juga : Astagfirullah! Poligami 3 Elit PKS Bermasalah, Fasakh dan Langgar Syari'ah?
Umat sudah kesal dengan ribut-ribut internal, eh timbul politkus PKS, Arifinto nonton film porno saat sidang Paripurna MPR/DPR. Label PKS porno akhirnya diributkan seluruh media massa.
Politisi PKS, Arifinto kepergok menonton video porno saat Sidang Paripurna sedang berlangsung. Anggota Komisi V DPR tersebut sedang membuka-buka folder dari tablet. Tak lama kemudian, muncullah video porno tersebut. karena mendapat kiriman email dari seseorang. Tapi dari kacamata fotografer yang menjepret Arifinto, terlihat video tersebut dibuka dari kumpulan dokumen atau folder di dalam tablet. Demikian ungkap M Irfan, fotografer Media Indonesia.

April : Episode Film "?"
Semenjak diluncurkan ke publik, film "?" langsung menyengat umat Islam sebagai kambing hitam, kalangan muda yang masih awam dibidik untuk membenci Islam, mereka disusupi label buruk dalam film "?" ini, kesan sok toleransi ala Hanung, seperti jalan yang menghantarkan umat ini pada sebuah pendangkalan aqidah dan jembatan menuju Neraka. Aroma pluralisme dalam film ”?” terasa begitu menyengat. Stereotype umat Islam yang buruk, dilukiskan Hanung dengan cara pandang yang lebay, tendensius, dan fatal. Setelah Film “Perempuan Berkalung Surban” menuai kontroversi, Sutradara Hanung Bramantyo kembali menggarap film terbarunya yang hanya diberi tanda “?” (tanda tanya). Difilm ke-14 nya tersebut, Hanung menggaet beberapa bintang film muda, seperti Reza Rahardian, Revalina S Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Hengky Sulaeman, David Chalik, dan Glenn Fredly. Film ”?” merupakan hasil produksi kerjasama antara Mahaka Picture dan Dapur Film ini, dimana Erick Thohir yang juga pemilik REPUBLIKA sebagai Produser Eksekutifnya, Titien Wattimena (penulis naskah), Tya Subiakto (penata musik),  dan Yadi Sugandi (penata fotografi). Untuk lokasi syuting dipilih di kota Semarang, Jawa Tengah.  
Di awal-awal film itu, penonton sudah disengat dengan hal yang sensitif, seperti  adegan penusukan terhadap seorang pendeta bernama Albertus. Tidak jelas apa motif penusukan yang dilakukan oleh seseorang yang berpenampilan preman tersebut. Meski tidak menunjuk hidung secara langsung, namun ada kesan Hanung hendak menggiring sterotype buruk, seolah yang suka melakukan tindakan anakis datang dari kelompok agama tertentu.
Adegan selanjutnya, tanpa alasan yang jelas pula, sekelompok pemuda Islam bersarung dan berpeci tiba-tiba mencerca seorang keturunan Cina dengan panggilan ”Cino” (menyebut Cina dengan logat Jawa). Dalam film ini, Hanung banyak menggunakan simbolik-simbolik sensasi murahan yang didramatisir, yang berpangkal dari sebuah kemarahan terpendam. Bila Hanung mempersilahkan penonton memberi judul film “?” ini, maka pantas, jika film ini diberi judul “Sang Murtadin”. Anda Setuju???
April : Episode Hipnotis Untuk Jihad dan NII KW IX
Janggalnya kasus Hipnotis ibu Muda pegawai honorer Departemen Perhubungan untuk membantu Islam dengan cara Jihad nampaknya tidak ada relevansinya dan sangat jauh dari pergerakan umat Islam yang memang rindu Jihad dalam aktivitas dakwahnya. Cara-cara ini sangat lebay dan gak nyambung. Kami mengamati dan mengikuti pergerakan jihad islam di Indonesia dan mereka ga butuh hipnotis dan dukungan apalagi menculik Ibu-ibu hinga meninggalkan keluarganya. Bahkan lebih aneh, Selama berada di Masjid At-Ta'awwun, Puncak, Bogor, Lian Febriani (26) selalu menyebut-nyebut nama Aisyah yang tak lain nama istri Rasulullah SAW. Wanita misterius tersebut dikatakan Lian sebagai ibu yang pernah memandikannya. Berdasarkan cerita Lian kepada warga sekitar, sosok Aisyah digambarkan sebagai wanita  bercadar yang berbadan pendek. Ibu beranak satu itu juga pernah bercerita suatu hari dimandikan di tempat tertentu.

"Dia sering nanya, Ibu Aisyah katanya mau ke sini. Mana?" ucap Iwan menirukan Lian.

Lian Febriani adalah PNS di Bagian Tata Usaha, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang hilang sejak Kamis (7/4) lalu. Sebelum hilang, Lian dan teman sekantornya sempat makan siang di kantin Kementerian Informasi dan Komunikasi.

Usai makan siang, Lian mengatakan kepada temannya ia akan menemui seseorang di Jl Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun hingga jam pulang kantor Lian tidak pernah kembali ke kantornya. Sejak menghilang, Lian juga tidak pernah menghubungi keluarga maupun rekan sekantornya. Saat ditemukan, ada yang aneh dari kondisi psikologis ibu satu anak tersebut. Dia tak mengenal lagi keluarganya. Termasuk dirinya sendiri. Dia juga mengenakan cadar dan mengaku bernama Maryam.
Bahkan Oknum FBR di Joglo pernah mencurigai gerak-gerik 5 orang yang menyebarkan Islam didaerahnya, setelah diintai ternyata 3 pria berjenggot dan 2 wanita bercadar tersebut adalah misionaris yang sengaja ingin menjelekkan citra muslimah bercadar dan pria brejenggot yang sesungguhnya bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Singkat kata, oknum FBR tersebut menginterogasi dan menelanjangi sang pria yang kedapatan mengenakan kalung salib rosario di lehernya.
oknum FBR menginterogasi dan menelanjangi sang pria berjenggot dan bergamis yang ternyata seorang misionaris yang mengenakan kalung salib rosario di lehernya.
Umat Islam Waspada!! Awas Islam selalu menjadi "korban Konspirasi" media menjelang Pemilu 2014. (voa-islam.com/desvan2)

Waspada! Ordo Illuminati Bangkit di Indonesia

Setelah digemparkan dengan maraknya aliran sesat yang muncul secara beruntun, kini umat Islam Indonesia dihebohkan dengan munculnya sebuah organisasi yang berada di bawah kendali Zionisme, yaitu Illuminati atau Kelompok Cahaya. 
Illuminati Order of Indonesia atau Ordo Illuminati Indonesia mulai bangkit di Indonesia. Dalam sebuah mailing list yang dikirim oleh seorang dengan alamat email: fraternitas_illuminati@#####.com, sebuah ajakan untuk bergabung sebagai anggota Illuminati disebarluaskan.


Berikut isi email tersebut: 
Salam Persaudaraan,

Pembukaan Membership - Ordo Illuminati Indonesia

Ordo Illuminati Indonesia - Illuminati Order of Indonesia mengadakan pembukaan membership (Keanggotaan) dan kelas privat untuk materi Esoteric Studies (Okultisme, Gnosticisme, Hermeticisme dan materi – materi yang lain).

Ordo Illuminati Indonesia adalah Persaudaraan Pencerahan yang membahas Magick, Gnostik, Witchcraft, Sorcery, Kabbalah, Paganism, Tarot, Free Thinker, Filosofi, Theosophy, Religion and Beliefs, New Age Movement, Meditation dan Spirituality. Adapun diantaranya adalah Thelemic Order of The Golden Dawn, Illuminati, Hermetic Order of the Golden Dawn, Rosicrucian, freemasonry dan lain-lain.

Ordo Illuminati Indonesia merupakan Ordo yang bersifat spiritual yang didedikasikan kepada setiap umat manusia dari berbagai latar belakang, agama, pendidikan, gender dan status sosial guna menyatukan persaudaraan Universal menuju Illuminasi.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi Frater David: 021 - 99657058.

Ordo Templi Illuminati tidak mempraktikan, mempromosikan atau mendukung kekerasan, kebencian atau berbagai bentuk aktivitas yang illegal/melanggar hukum. Namun sistem dan karya Ordo Templi Illuminati adalah bersifat spiritual.

"Do what thou wilt shall be the whole of the law"

"Love is the law, love under will"

"Invoke me under my stars! Love is the law, love under will. Nor let the fools mistake love; for there are love and love. There is the dove, and there is the serpent. Choose ye well! He, my prophet, hath chosen, knowing the law of the fortress, and the great mystery of the House of God." Liber al vel Legis 1:57

May you experience Light, Life, Love and Liberty , and may you accomplish the Great Work of Thelema!

Konx Om Pax

Love is the law, love under will.

In Thy Great Works

Magnum Opus

Salam Persaudaraan
 
Dengan redaksi yang sedikit berbeda, sebuah email yang dimuat dalam mailing list mayapradana@###########.com  juga memuat pesan ajakan untuk masuk menjadi anggota Illuminati. 


Berikut isi email tersebut: 
Welcome to Thelemic Order of The Illuminati  
Ordo Thelema Illuminati adalah Ordo atau Persaudaraan Pencerahan yang membahas Magick, Witchcraft, Sorcery, Kabbalah, Paganism, Satanism, Tarot, Free Thinker, Filosofi, Teosofi, Religion and Beliefs, New Age Movement termasuk Meditasi dan Spiritualitas.   
Ordo  Thelema  Illuminati adalah Ordo yang bersifat spiritual yang didedikasikan juga kepada setiap umat manusia dari berbagai latar belakang agama, pendidikan, gender dan status sosial guna menyatukan persaudaraan Universal menuju Illuminasi.   
Ordo  Thelema  Illuminati ini merupakan gabungan dari berbagai ordo seperti Thelemic Order of The Golden Dawn, Illuminati, Hermetic Order of the Golden Dawn, Rosicrucian, dan lain-lain.   
 
Ordo  Thelema  Illuminati terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung bersama kami.   
 
"Do what thou wilt shall be the whole of the law"  
"Love is the law, love under will"  
"Invoke me under my stars! Love is the law, love under will. Nor let the fools mistake love; for there are love and love. There is the dove, and there is the serpent. Choose ye well! He, my prophet, hath chosen, knowing the law of the fortress, and the great mystery of the House of God." Liber al vel Legis 1:57  
May you experience Light, Life, Love and Liberty , and may you accomplish the Great Work of Thelema!   
Konx Om Pax 
Illuminati adalah organisasi rahasia yang didirikan oleh Adam Weischaupt di Bavaria, pada 1 Mei 1771. Illuminati adalah satu perkumpulan rahasia, sebuah sekte religius yang telah melewati waktu panjang dan juga menamakan dirinya dengan sebutan Illuminati, yang berarti tercerahkan. Illuminati juga biasa disebut sebagai Kelompok Cahaya. Kelompok ini, dituding oleh banyak kalangan sebagai dalang dari berbagai peristiwa yang terjadi di dunia. 
Anggota Illuminati diharuskan menjaga rahasia dengan ketat, dan mereka yang bergabung dalam organisasi ini harus menjalani baiat untuk tidak akan pernah membocorkan rahasia apapun yang ada dalam organisasi. Jika terjadi sesuatu, maka para anggota Illuminati diharuskan untuk tidak memberi tahu siapa atasan mereka. 
Pada masa Hindia Belanda, kelompok Illuminati masuk ke Indonesia melalui orang-orang Belanda keturunan Yahudi. Mereka datang ke Indonesia menyusupkan paham Marxisme dan Komunisme. Diantara tokoh-tokohnya adalah Fransiscus Marie Sneevliet, P.Bergsma, dan H.W Dekker. Sneevliet sukses menyusupkan kader-kader komunis seperti Semaun untuk menyusup masuk ke dalam Syarikat Islam (SI), sehingga organisasi ini terpecah menjadi dua: SI Putih dan SI Merah. 
Jocobus Cornelis Matthieu Radermacher, orang yang membawa Freemasonry ke Indonesia juga berasal dari kelompok Illuminati atau Kelompok Cahaya. Kata “cahaya” juga banyak digunakan oleh organ-organ Theosofi dan Freemasonry sebagai nama loji, nama lembaga, bahkan nama penerbitan yang mempropagandakan doktrin-doktrin mereka. Selain Radermacher, tokoh Illuminati yang pernah masuk ke Indonesia adalah Thomas Stanford Raffless, seorang anggota Freemasonry yang sempat menjadi Gubernur Jenderal di Bengkulu.  
Selain ajakan bergabung dengan Illuminati Indonesia, sebuah mailing list bernama masyarakat_okult@###########.com juga mengajak masyarakat untuk mempelajari okultisme (ilmu sihir), sebuah ilmu yang berasal dari ajaran Kabbalah Yahudi yang banyak diajarkan dalam Freemasonry, Theosofi, dan Illuminati. Dalam Kabbalah ajaran-ajaran itu disampaikan secara rahasia lewat lisan dan menggunakan ritual-ritual mistis. Kabbalah berakar dari tradisi Mesir Kuno yang menganut paganisme. 

Kabbalah adalah kepercayaan tertua dan paling dihormati oleh bangsa Yahudi. Nama Kabbalah diambil dari bahasa Ibrani ‘qibil’ yang berarti menerima. Maksudnya adalah menerima doktrin okultisme secara rahasia. Salah seorang pendeta Kabbalah adalah Samir atau Samiri orang yang mengajak bangsa Israil yang baru saja keluar dari Mesir untuk menyembah sebuah patung anak sapi yang terbuat dari emas, saat mereka ditinggalkan oleh Nabi Musa ‘alaihissalam pergi berkhalwat di bukit Tursina untuk menerima “wahyu sepuluh” dari Allah SWT. 
Kabbalah juga sudah digunakan para petinggi pada zaman Raja Fir’aun untuk menentang dakwah Nabi Musa ‘alaihissalam. Karenanya, Kabbalah bisa jadi merupakan induk dari segala ilmu sihir yang ada di dunia, termasuk ilmu-ilmu sihir yang berkembang di Asia Timur dan yang sangat erat kaitannya dengan peninggalan-peninggalan pagan. 
Dari penulusuran voa-islam.com, mailing list mayapranadana@@###########.com yang memuat ajakan untuk bergabung dalam illuminati dan masyarakat okultisme adalah sebuah milis yang banyak diikuti oleh para anggota Theosofi. Milis ini banyak membicarakan tentang ajaran-ajaran Theosofi, seperti re-inkarnasi, pantheisme, pluralisme, dan lain-lain. Selain itu, banyak email yang ditulis dalam milis ini yang berisi hujatan terhadap ajaran Islam. 
Bukan tak mungkin, maraknya pelecehan terhadap ajaran Islam  di Indonesia adalah hasil kerja kaki tangan Zionis yang berusaha menghancurkan Islam. Ciri dari gerakan mereka adalah menebar proganda soal persaudaraan universal dan virus Sepilis (Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme). Di samping itu, mereka juga melakukan pelecehan terhadap ajaran Islam melalui tangan-tangan lain, seperti gerakan kiri, sufisme, aliran kebatinan, kejawen, dan lain-lain. Waspadalah! [arta/voa-islam.com]