Sabtu, 12 September 2009

Beberapa gambar Letusan anak Gunung Krakatau









krakatau

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana yang, karena letusan pada tanggal 26-27 Agustus 1883, kemudian sirna. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.

Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.

Gunung Krakatau Purba

Melihat kawasan Gunung Krakatau di Selat Sunda, para ahli memperkirakan bahwa pada masa purba terdapat gunung yang sangat besar di Selat Sunda yang akhirnya meletus dahsyat yang menyisakan sebuah kaldera (kawah besar) yang disebut Gunung Krakatau Purba, yang merupakan induk dari Gunung Krakatau yang meletus pada 1883. Gunung ini disusun dari bebatuan andesitik.

Catatan mengenai letusan Krakatau Purba yang diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi. Isinya antara lain menyatakan:

“ Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula.... Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera ”

Pakar geologi Berend George Escher dan beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa kejadian alam yang diceritakan berasal dari Gunung Krakatau Purba, yang dalam teks tersebut disebut Gunung Batuwara. Menurut buku Pustaka Raja Parwa tersebut, tinggi Krakatau Purba ini mencapai 2.000 meter di atas permukaan laut, dan lingkaran pantainya mencapai 11 kilometer.

Akibat ledakan yang hebat itu, tiga perempat tubuh Krakatau Purba hancur menyisakan kaldera (kawah besar) di Selat Sunda. Sisi-sisi atau tepi kawahnya dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung, dalam catatan lain disebut sebagai Pulau Rakata, Pulau Rakata Kecil dan Pulau Sertung. Letusan gunung ini disinyalir bertanggung- jawab atas terjadinya abad kegelapan di muka bumi. Penyakit sampar bubonic terjadi karena temperatur mendingin. Sampar ini secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi.

Letusan ini juga dianggap turut andil atas berakhirnya masa kejayaan Persia purba, transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki. Ledakan Krakatau Purba diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter, menurunkan temperatur sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun.

Munculnya Gunung Krakatau
Perkembangan Gunung Krakatau


Pulau Rakata, yang merupakan satu dari tiga pulau sisa Gunung Krakatau Purba kemudian tumbuh sesuai dengan dorongan vulkanik dari dalam perut bumi yang dikenal sebagai Gunung Krakatau (atau Gunung Rakata) yang terbuat dari batuan basaltik. Kemudian, dua gunung api muncul dari tengah kawah, bernama Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan yang kemudian menyatu dengan Gunung Rakata yang muncul terlebih dahulu. Persatuan ketiga gunung api inilah yang disebut Gunung Krakatau.

Gunung Krakatau pernah meletus pada tahun 1680 menghasilkan lava andesitik asam. Lalu pada tahun 1880, Gunung Perbuwatan aktif mengeluarkan lava meskipun tidak meletus. Setelah masa itu, tidak ada lagi aktivitas vulkanis di Krakatau hingga 20 Mei 1883. Pada hari itu, setelah 200 tahun tertidur, terjadi ledakan kecil pada Gunung Krakatau. Itulah tanda-tanda awal bakal terjadinya letusan dahsyat di Selat Sunda. Ledakan kecil ini kemudian disusul dengan letusan-letusan kecil yang puncaknya terjadi pada 26-27 Agustus 1883.

Erupsi 1883

Pada hari Senin, 27 Agustus 1883, tepat jam 10.20, meledaklah gunung itu. Menurut Simon Winchester, ahli geologi lulusan Universitas Oxford Inggris yang juga penulis National Geographic mengatakan bahwa ledakan itu adalah yang paling besar, suara paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluhlantakkan dalam sejarah manusia modern. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.

Menurut para peneliti di University of North Dakota, ledakan Krakatau bersama ledakan Tambora (1815) mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. The Guiness Book of Records mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah.

Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencavai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.

Letusan itu menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Gelombang laut naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut.

Tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang berasal dari 295 kampung kawasan pantai mulai dari Merak (Serang) hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan (Ujung Kulon serta Sumatera Bagian selatan. Di Ujungkulon, air bah masuk sampai 15 km ke arah barat. Keesokan harinya sampai beberapa hari kemudian, penduduk Jakarta dan Lampung pedalaman tidak lagi melihat matahari. Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu kilometer.

Anak Krakatau

Mulai pada tahun 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau, muncul gunung api yang dikenal sebagai Anak Krakatau dari kawasan kaldera purba tersebut yang masih aktif dan tetap bertambah tingginya. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki. Catatan lain menyebutkan penambahan tinggi sekitar 4 cm per tahun dan jika dihitung, maka dalam waktu 25 tahun penambahan tinggi anak Rakata mencapai 7.500 inci atau 500 kaki lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya. Penyebab tingginya gunung itu disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung baru itu. Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.

Menurut Simon Winchester, sekalipun apa yang terjadi dalam kehidupan Krakatau yang dulu sangat menakutkan, realita-realita geologi, seismik serta tektonik di Jawa dan Sumatera yang aneh akan memastikan bahwa apa yang dulu terjadi pada suatu ketika akan terjadi kembali. Tak ada yang tahu pasti kapan Anak Krakatau akan meletus. Beberapa ahli geologi memprediksi letusan in bakal terjadi antara 2015-2083. Namun pengaruh dari gempa di dasar Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 juga tidak bisa diabaikan.

Menurut Profesor Ueda Nakayama salah seorang ahli gunung api berkebangsaan Jepang, Anak Krakatau masih relatif aman meski aktif dan sering ada letusan kecil, hanya ada saat-saat tertentu para turis dilarang mendekati kawasan ini karena bahaya lava pijar yang dimuntahkan gunung api ini. Para pakar lain menyatakan tidak ada teori yang masuk akal tentang Anak Krakatau yang akan kembali meletus. Kalaupun ada minimal 3 abad lagi atau sesudah 2325 M. Namun yang jelas, angka korban yang ditimbulkan lebih dahsyat dari letusan sebelumnya.

Jumat, 11 September 2009

bang iwan fals tuh musisi indonesia yang sangat peduli dengan keadaan sosial masyarakat kecil yang selalu di tindas oleh kaum kaya yang semena-mena.

nih terbukti lewat lagu2nya seperti di bawah ini silahkan di unduh ok:


Kuda Lumpang.mp3

Kumenanti Seorang Kekasih.mp3

Kupu-Kupu Hitam Putih.mp3

Lagu Buat Penyaksi.mp3

Langgam Lawu.mp3

Lonteku.mp3

Maaf Cintaku.mp3

Mabuk Cinta.mp3

Manusia Setengah Dewa.mp3

Masih Bisa Cinta.mp3

tu yang lain tunggu minggu depan

Sabtu, 01 Agustus 2009

COerhat

Kala Senja telah tiba

Malampun menjemput sunyiku

Pikiranku kosong menatap hampa

Lamunan merayu kelam hatiku

Teringat kembali saat berdua

Manjamu menggoda akan daku

Merengek manja dalam desahku

Memintaku tuk perhatikan dirimu

Sejalan seirama begitu mesra

Tersimpul dalam alunan nada bahagia

Namun kini aku tersentak

Jejak pilu yang kau tinggalkan

Mengganjal dalam setiap tarikan nafasku

Begitu sesak...........Begitu Gundah

Oh.............haruskah rinduku terhenti

Disaat hati ingin dikau kembali

karena dikau daku menggerutu

Ingin menyatu dalam asmara syahdu

OnZ      27/07/09

Rabu, 22 Juli 2009

Gerhana Matahari Total "Sihir" Jutaan Orang


VIVAnews - Jutaan orang di India, China, dan sejumlah negara lain di Asia merasa takjub melihat gerhana matahari total, Rabu 22 Juli 2009. Ini merupakan gerhana yang istimewa, karena dianggap sebagai gerhana yang terlama dalam abad ini. 

Stasiun televisi Channel News Asia mengungkapkan bahwa banyak orang di India dan China terkesima bisa melihat terhalangnya matahari oleh bulan selama lebih dari lima menit. Langit di sejumlah tempat itu menjadi gelap saat terjadi gerhana matahari total.  
 
Di beberapa tempat, mereka bisa melihat dengan jelas melalui kacamata khusus saat gerhana total membentuk cincin putih besar, atau yang disebut umbra. Di Mumbai, India, ratusan orang berkumpul di sekitar planetarium Nehru kendati rela basah setelah diguyur hujan. 

"Kami tidak mau melihat dari televisi, maka kami sengaja datang ke sini untuk melihat dari tempat yang terbaik," kata Dwayne Fernandes, mahasiswa berusia 19 tahun. 

"Mungkin, setelah ini kami akan bilang kepada yang lain bahwa kami telah menyaksikannya," kata teman kelasnya, Lizanne De Silva.  

Gerhana matahari total biasanya terjadi setiap 18 bulan. Namun gerhana kali ini sangat istimewa karena matahari akan terhalang oleh bulan maksimal selama 6 menit 39 detik. Menurut perhitungan para astronom, fenomena seperti itu baru bisa terulang pada tahun 2132.

Di Shanghai, China, para turis dari luar kota dan luar negeri berbondong-bondong datang untuk menyaksikan gerhana matahari total. "Kita tidak akan menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkannyam," kata Charles Fulco, seorang guru astronomi dari New York, yang sengaja datang ke Shanghai untuk melihat gerhana matahari. "Kita bakal menjadi ketagihan melihatnya," lanjut Fulco kepada stasiun televisi CNN.  

Gerhana pertama kali muncul pada Rabu dini hari di Teluk Khambhat, India, yang terletak di sebelah utara kota metropolis Mumbai. Pemandangan itu selanjutnya akan tampak bagian timur India, lalu di Nepal, Myanmar, Banglades, Bhutan, dan China sebelum akhirnya muncul di Pasifik.

Terhalangnya pandangan ke matahari oleh bulan dari permukaan bumi itu terakhir akan tampak di Pulau Nikumaroro, Kiribati, yang terletak di Pasifik Selatan. Namun penduduk negara-negara lain di Asia juga bisa melihat gerhana matahari, walau tidak akan total.

Bagi para astronom, gerhana itu akan menjadi peluang untuk memandangi langsung, dalam waktu relatif lama, korona matahari. Benda itu menyerupai cincin putih berjarak 1 juta kilometer dari permukaan matahari.


• VIVAnews

Iwan Fals Collections

Untuk Para Fals mania Yang ingin bernostalgia dengan musik bang Iwan Fals Dan mengaku sebagai Fals sejati Silahkan Klik Disini :

Apakah Aku Benar - Benar Memiliki Kamu.mp3

Asmaragama.mp3

Badut.mp3

Balada Penganguran.mp3

Belalang Tua.mp3

Belum Ada Judul.mp3

Bento.mp3

Bongkar.mp3

Buku Ini Aku Pinjam.mp3

Bunda Trotoar.mp3

Cemburu.mp3

Cinta.mp3

Condet.mp3

Coretan Dinding.mp3

Dendam Damai.mp3

Kembang Pete.mp3

Ikan - Ikan.mp3

Ini Bukan Mimpi.mp3

Jangan Bicara.mp3

Jendela Kelas Satu.mp3

Koran Koranku.mp3


selamat tinggal malam.mp3

Sabtu, 18 April 2009

5 Falsafah jawa

Ada 5 falsafah jawa yang berguna untuk kita menghadapi perjalanan
kehidupan kita.

1. Kukilo (Burung)
2. Wanito (Wanita)
3. Curigo (Waspada)
4. Turonggo (Kuda)
5. Wismo (Rumah)

1. Kukilo (Burung)
Kebanyakan orang jawa selalu memelihara binantang peliharaan, dan
kebanyakan pula binatang peliharaan yang umum di rawat adalah burung perkutut. Karena suaranya yang bagus merdu dan menentramkan suasana.
Didalam kehidupan ini kita harus bisa mengikuti burung perkutut,
yaitu dengan selalu bersuara yang bagus untuk didengar oleh orang
lain, tidak selalu mengeluarkan suara yang bisa menyakiti hati orang lain.

2. Wanito (Wanita)
Wanita secara universal melambangkan kelembutan, cinta kasih,
perasaan sayang. Kita hidup didunia pastilah berada ditengah-tengah
manusia dan makhluk lainnya. Kita harus selalu memberikan rasa
kelembutan kita, cinta kasih kita dan rasa sayang kita kepada semua makhluk ciptaan sang Maha Kuasa.

3. Curigo (Waspada)
Didunia kita pasti tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita
beberapa detik, menit atau jam kedepan. Dengan sikap waspada ini maka kita diharapkan bisa selalu waspada akan gerak dan sega tingkah laku kita agar kejadian yang akan datang tidak menjadikan penderitaan pada diri kita sendiri. Curigo juga bisa diartikan dengan Eling terhadap Tuhan Yang Maha Esa, karena Beliau lah yang menciptakan masa lalu, masa sekarang dan masa depan kita.

4. Turonggo (Kuda)
Untuk dapat mengendalikan kuda disaat kita menungganginya, maka tali kendali yang harus kita pegang erat. Dalam kehidupan pengendalian diri akan segala nafsu dan ego harus kita kendalikan. Bukan dengan mengumbar nafsu, ego dan angkara murka.

5. Wismo (Rumah)
Rumah, setiap kali kita pergi pasti akan kembali kerumah. Dari sini diartikan kita hidup didunia ini hanya keluar sebentar dari rumah
kita yang sebenarnya, dan suatu saat pasti akan kembali ke rumah
abadi kita yaitu rumah Tuhan. Dan kita selagi didunia harus tahu apa yang akan kita bawa sebagai oleh-oleh untuk-NYA agar kita lebih disayang oleh Beliau.

Selasa, 14 April 2009

karya Khalil Gibran

BAGI SAHABATKU YANG TERTINDAS

Wahai engkau yang dilahirkan di atas ranjang kesengsaraan, diberi makan pada dada penurunan nilai, yang bermain sebagai seorang anak di rumah tirani, engkau yang memakan roti basimu dengan keluhan dan meminum air keruhmu bercampur dengan airmata yang getir.

Wahai askar yang diperintah oleh hukum yang tidak adil oleh lelaki yang meninggalkan isterinya, anak-anaknya yang masih kecil, sahabat-sahabatnya, dan memasuki gelanggang kematian demi kepentingan cita-cita, yang mereka sebut 'keperluan'.

Wahai penyair yang hidup sebagai orang asing di kampung halamannya, tak dikenali di antara mereka yang mengenalinya, yang hanya berhasrat untuk hidup di atas sampah masyarakat dan dari tinggalan atas permintaan dunia yang hanya tinta dan kertas.

Wahai tawanan yang dilemparkan ke dalam kegelapan kerana kejahatan kecil yang dibuat seumpama kejahatan besar oleh mereka yang membalas kejahatan dengan kejahatan, dibuang dengan kebijaksanaan yang ingin mempertahankan hak melalui cara-cara yang keliru.

Dan engkau, Wahai wanita yang malang, yang kepadanya Tuhan menganugerahkan kecantikan. Masa muda yang tidak setia memandangnya dan mengekorimu, memperdayakan engkau, menanggung kemiskinanmu dengan emas. Ketika kau menyerah padanya, dia meninggalkanmu. Kau serupa mangsa yang gementar dalam cakar-cakar penurunan nilai dan keadaan yang menyedihkan.

Dan kalian, teman-temanku yang rendah hati, para martir bagi hukum buatan manusia. Kau bersedih, dan kesedihanmu adalah akibat dari kebiadaban yang hebat, dari ketidakadilan sang hakim, dari licik si kaya, dan dari keegoisan hamba demi hawa nafsunya

Jangan putus asa, kerana di sebalik ketidakadilan dunia ini, di balik persoalan, di balik awan gemawan, di balik bumi, di balik semua hal ada suatu kekuatan yang tak lain adalah seluruh kadilan, segenap kelembutan, semua kesopanan, segenap cinta kasih.

Engkau laksana bunga yang tumbuh dalam bayangan. Segera angin yang lembut akan bertiup dan membawa bijianmu memasuki cahaya matahari tempat mereka yang akan menjalani suatu kehidupan indah.

Engkau laksana pepohonan telanjang yang rendah kerana berat dan bersama salju musim dingin. Lalu musim bunga akan tiba menyelimutimu dengan dedaunan hijau dan berair banyak.

Kebenaran akan mengoyak tabir airmata yang menyembunyikan senyumanmu. Saudaraku, kuucapkan selamat datang padamu dan kuanggap hina para penindasmu.

:+: Khalil Gibran :+:


KEHIDUPAN

Engkau dibisiki bahawa hidup adalah kegelapan
Dan dengan penuh ketakutan
Engkau sebarkan apa yang telah dituturkan padamu
penuh kebimbangan

Kuwartakan padamu bahawa hidup adalah kegelapan
jika tidak diselimuti oleh kehendak
Dan segala kehendak akan buta bila tidak diselimuti pengetahuan
Dan segala macam pengetahuan akan kosong
bila tidak diiringi kerja
Dan segala kerja hanyalah kehampaan
kecuali disertai cinta

Maka bila engkau bekerja dengan cinta
Engkau sesungguhnya tengah menambatkan dirimu
Dengan wujudnya kamu, wujud manusia lain
Dan wujud Tuhan.

:+: Khalil Gibran :+:


IBU

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.
Dan "Ibuku" merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibinya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan
dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.

:+: Khalil Gibran :+:
 

Minggu, 05 April 2009

Mutiara Kata Pujangga

Mutiara Kata Pujangga

Kata-kata Pujangga:”Berfikir sejenak, merenung masa lalu adalah permulaan yang baik untuk bertindak.”

Kata seorang sahabat: “Kita bermula sebagai seorang yang baru.”

Kata-kata Pujangga: “Rahsia untuk berjaya ialah menghormati orang lain.”

Kata-kata Pujangga: “Saya percaya; esok sudah tidak boleh mengubah apa yang berlaku hari ini, tetapi hari ini masih boleh mengubah apa yang akan terjadi pada hari esok.”

Kata-kata Pujangga: “Yang telah berlalu biarkan ia berlalu, yang mendatang hadapi dengan cemerlang.”

Kata-kata Pujangga: “Jadidiri seseorang itu kadangkala tidak terletak pada pujian semata-mata, kadang-kala kejian juga.”

Kata-kata Pujangga: “Banyak perkara yang kita ingini, tidak semua yang akan kita dapat.”

Kata-kata Pujangga: “Sesuatu yang benar itu apabila dikehendaki batil, maka batillah jadinya.”

Kata-kata Pujangga: “Andai air usaha itu bisa kita teguk, teguklah sehingga ia kering dan basahan tawakkal bakal mendingin di ruang tekak.”

Kata-kata Pujangga: “Kadang-kadang sesuatu yang berharga itu kita sedari setelah ia meninggalkan kita, dan kala itu kita hanya pasrah.”

Kata-kata Pujangga: “Andai kau pernah menghirup madu, melihat damai dan merasa senang, ingatlah suatu masa nanti mungkin semua itu akan sirna.”

Saya minat dengan kata-kata ni: “Seorang yang tidak bersifat penyayang, tak akan dapat menghasilkan karya yang terbaik.”

Kata-kata Pujangga: “Untuk mencicip kemanisan, perlu bermula dengan mengupas kepahitan.”

Kata-kata Pujangga: “Tiada yang paling bernilai pada sebuah kejayaan selain sebuku usaha.”

Kata-kata Pujangga: “Kalau dulu tidak pernah terdetik di hati akan suatu rasa itu, tentu kini kita tidak berusaha mencapainya.”

Kata-kata Pujangga: “Berbuat baik jangan sekali, buatlah berkali-kali.”

Kata-kata Pujangga: “Kasihkan manusia lepaskan dia kepada pilihan dan keputusannya kerana di situ tanda kita gembira melihat insan yang kita sayangi beroleh bahagia.”

Kata-kata Pujangga: “Kawan ketawa mudah dicari, kawan menangis keseorangan diri.”

Kata-kata Pujangga: “Jangan sesekali menggadai prinsip, demi untuk mendapat dunia yang mengiurkan.”

Kata-kata Pujangga: “Biarpun jalan itu panjang, kita akan merintisnya perlahan-lahan.”

Kata-kata Pujangga: “Hidup ini adalah warna-warni yang terlakar pada kanvas, walaupun tidak cantik ia tetap mempunyai sejuta maksud.” Kata-kata Pujangga: “Sesuatu khayalan kadang-kadang menjadi realiti.”

Kata-Kata Pujangga: “Tidak ada manusia yang hidup untuk gagal, tetapi tidak merancang adalah merancang untuk gagal.”

Kata-kata Pujangga: “Manusia tidak perlu dihukum kerana lupa, tetapi manusia perlu dihukum kerana sengaja lupa.”

Kata-kata Pujangga: “Andai hidup punca perpisahan, biarlah mati menyambungnya semula. Namun seandainya mati punca perpisahan, biarlah hidup ini membawa erti yang nyata.”
Kata-kata Pujangga: “Saya sayang awak, sukarkah untuk dilafazkan?”

Kata-kata Pujangga: “Mereka mendahulukan akhirat ke atas dunia, mencintai kematian di dalam ketaatan, dan melebihkannya dari kehidupan pada kemaksiatan. Jika berkuasa mereka menghukum dengan adil, mereka memerintah dengan anjuran Islam, mereka zuhud, mereka berbuat baik, maka merekalah orang-orang yang beruntung! Kitakah mereka itu?”

Kata-kata Pujangga: “Jika dunia ini persinggahan, mengapa tidak kita banyakkan bekalan untuk meneruskan perjalanan? Kerana kita cuma ada satu persinggahan.”

Kata-kata Pujangga: “Kekayaan boleh mengaburkan jalan yang jujur”

Kata-kata Pujangga: “Tidak akan ada kemakmuran tanpa kasih sayang, Hanya mereka yang beriman sahaja tahu akan erti kasih sayang.”

Kata-kata Pujangga: “Masihkah ada dendam yang bersisa tika tangan bersentuhan mesra.”
Kata-kata Pujangga: “Sebuah kebenaran kadangkala mengandungi kesilapan.”

Kata-kata Pujangga: “Manusia tak akan berjaya selagi sentiasa mengenangkan kegagalan yang pernah ditempuhinya.”

Kata-kata Pujangga: “Untuk mendapat sesuatu yang besar, kita patut banyak berkorban perkara-perkara yang kecil.”

Kata-kata Pujangga: “Tiada siapa akan mengubah saya, oleh itu saya perlu ubah diri sendiri.”
Kata-kata Pujangga: “Seorang juara tidak menangguhkan kerjanya.”

Kata-kata Pujangga: “Tidak berakal seseorang manusia apabila tidak mahu menerima dan meminta nasihat daripada orang lain.”

Kata-kata Pujangga: “Hidup ini adalah keputusan diri sendiri.”

Kata-kata Pujangga: “Setiap manusia mahu dihargai, sekurang-kurangnya berilah senyuman kerana memberikan senyuman seperti memberikan orang lain peluang.”

Kata-kata pujangga: “Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu bahawa hidup ini bukan sekadar untuk ketawa dan adakalanya kita perlu ketawa agar kita tahu menilai mahalnya setitis air mata.” (Kiriman seorang kawan)

Kata-kata Pujangga: “Barangsiapa yang tidak mampu untuk mendidik dirinya, nescaya tidak mampu untuk dia mendidik orang lain.”

Kata-kata Pujangga: “Barangsiapa yang sengaja meletakkan dirinya di tempat-tempat tohmahan, maka janganlah dia mencela orang yang buruk sangka terhadapnya.”

Kata-kata Pujangga: “Dunia ini adalah umpama bangkai sedang pemburunya persis seekor anjing.”

Kata-kata Pujangga: “Barangsiapa yang panjang kemarahannya maka sirnalah adab dan akhlaknya.”

Kata-kata Pujangga: “Bahagia seseorang manusia tidak terletak pada penilaian orang lain, duka seseorang manusia tak sama dirasai orang lain, tetapi bahagia yang hakiki adalah ketaqwaan yang semua manusia patut miliki.”

Kata-kata Pujangga: “Orang yang tidak menghormati orang lain tidak akan dihormati.”

Kata-kata Pujangga: “Barangsiapa yang tiada sifat penyayang maka dia tidak akan disayangi”

Kata-kata Pujangga: “Barangsiapa yang tidak pernah merasai sesuatu, nescaya tidaklah ia mengetahui.”

Kata-kata Pujangga: Seandai dirinya tercipta untukku, rela kumenjadi miliknya.” - Nur Kasih
Kata-kata Pujangga: “Manusia gagal bukan kerana kebodohan, tetapi mereka gagal kerana melakukan perkara yang bodoh.”

Kata-kata Pujangga: “Berkatalah benar sekalipun kebenaran itu pahit.”

Kata-kata Pujangga: “Orang yang bijak tidak akan melengah-lengahkan kerjanya. Jangan kau tangguh kerja hari ini untuk esok hari!”

Kata-kata Pujangga: “Jika kail panjang sejengkal, usah diduga lautan yang dalam, walaupun lautan itu tidak bergelora.” Kata-kata Pujangga: “Manusia yang berakal sentiasa memikirkan perkara yang berfaedah.”

Kata-kata Pujangga: “Kebenaran itu ibarat air yang mengalir, sekalipun disekat ia tetap akan terus mengalir.”

Kata-kata Pujangga: “Mereka yang menghidupkan sunnah Rasulullah SAW di akhir zaman umpama menggenggam bara api yang menyala. Kitakah mereka itu?” Kata-kata Pujangga: “Kita tidak akan ke mana-mana selagi tidak mahu melakukan perubahan.”

Kata-kata Pujangga: “Rumah yang kecil kadangkala mampu melahirkan tokoh yang hebat”

Kata-kata Pujangga: “Hidup tanpa cita-cita, sia-sia. Hidup tanpa usaha tak ke mana.”

Kata-kata Pujangga: “Manusia diuji oleh Allah berdasarkan keimanan yang mereka miliki.”

Kata-kata Pujangga: “Tangisan seorang bayi adalah serungkai kata yang penuh makna.”

Kata-kata Pujangga: “Manusia mampu mengemukakan 1000 alasan mengapa mereka gagal tetapi mereka sebenarnya hanya perlukan satu sebab yang kukuh untuk berjaya.”

Imam al-Ghazali berkata: “RAJIN adalah penawar yang paling mujarab, sedang MALAS adalah racun yang sangat berbisa.” “Do what you can with what you have right where you are.” - Henry Truman.

Kata-kata Pujangga: “Tiada yang mustahil di sisi Allah SWT untuk menjadikannya.” Berkata seorang Ahli Sufi : “Siapa yang takut kepada Allah, nescaya semua makhluk takut kepadanya.”
It is not a mountain that we conquer but ourselves - Edmund Hillary

Kata-kata Pujangga: ” Kenapa manusia menyerahkan kehidupannya untuk ditentukan oleh orang lain sedangkan dia mampu berdoa kepada Tuhannya dan tiada siapa yang boleh menghalangnya berdoa?” Berkata Ar-Rumi: “Manusia dilahirkan dengan kemampuan untuk terbang, kenapa pula mereka memilih untuk merangkak sepanjang hayat.”

Kata-kata Pujangga: “Kemenangan bermula dari dalam diri.” Ibnu Mu’taz pernah berkata: Penyimpan harta itu mati walaupun ia masih hidup. Penyimpan ilmu pula hidup walaupun ia telah mati. Kata-kata Pujangga: “Setiap manusia dilahirkan sebagai seorang juara, kita tidak kalah walaupun berada di bawah tetapi kita kalah sekiranya kita tidak bangun semula.”
Berkata Abu Sulaiman: “Apabila hati menangis kerana kehilangan, roh pula akan ketawa (gembira) kerana kerinduan.”

Kata-kata Pujangga: “Angan-angan tidak akan mengubah kita walau seinci, tetapi apa yang kita laksanakan itulah yang mengubah kita.”

Kata-kata Pujangga: “Kemahuan yang tinggi akan mengubah persepsi seseorang terhadap sesuatu sehingga yang mustahil pun bisa terjadi.”

Kata-kata Pujangga: “Andai dambakan isteri semulia Fatimah az-Zahra jadilah semulia Ali KW, Andai impikan seorang suami sehebat Ali KW bentuklah diri semulia Fatimah az-Zahra.”