Senin, 09 Mei 2011

Komputer mini terkecil seukuran jari manusia

Komputer mini terkecil seukuran jari manusia

Raspberry Pi Komputer mini 
 Komputer mini ini sangat kecil, tidak lebih besar dari ukuran jari manusia, malah lebih mirip USB Flash Disk daripada PC komputer.

Dikutip InfoTeknologi dari BBC Blog, developer game kenamaan David Braben (pembuat seri game Rollercoaster Tycoon, Thrillville, Lost Winds, dan Kinectimals) mendomenstrasikan Komputer kecil ini di BBC, dan mengklaim harga yang dibutuhkan untuk membuatnya hanya sebesar UK£15 / US$25 (sekitar 200 ribu rupiah).
Harga komputer mini ini bahkan lebih murah dari harga laptop program OLPC (One Laptop per Child) yang menjual Laptop di negara berkembang dengan kisaran harga US$200.
Komputer / PC mini ini saat dibongkar hanya terdiri dari sirkuit board kecil, sebuah USB port, dan konektor HDMI.
Spesifikasi Hardware yang ada di PC mini ini ditenagai dengan prosessor ARM11 700MHz, RAM 128MB dan berjalan pada mode OpenGL ES 2.0 dengan output 1080 pixel, ruang penyimpanan SD Card, dan sumber daya 5V diambil dari pin HDMI.
Raspberry Pi menjalankan Linux Ubuntu
Saat dikoneksikan ke keyboard dan Monitor, layar monitor segera hidup dan mampu menjalankan Sistem Operasi Linux Ubuntu.
Pendistribusian “Komputer mini” Raspberry Pi direncanakan David Braben dimulai 12 bulan kedepan melalui organisasi non-profit Raspberry Pi Foundation dan akan didistribusikan dengan OS Linux Ubuntu.

Kamis, 28 April 2011

Iwan Fals: Cintailah Masjid & Qur'an, Semua Persoalan di Sana Jawabannya


SUBANG (voa-islam.com) – Musisi dan penyanyi Iwan Fals mengajak penggemarnya yang tergabung di Orang Indonesia (OI) untuk mencintai masjid dan Al-Qur'an. Di masjid bisa mengadu kepada Allah, di dalam Al-Qur'an ada jawaban atas semua persoalan hidup.
"Masjid adalah tempat kita mengadu kepada Allah," kata Iwan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Sukamelang Subang Jawa Barat, Ahad petang (3/4/2011), dalam rangkaian tur ke 99 pesantren bersama kelompok Ki Kanjeng Ganjur pimpinan Al-Zastrow.
Suatu ketika, para pentolan OI bercerita kepadanya bahwa selama ini banyak orang bertanya tentang apa saja kepadanya, bisa dijawab dan mendapatkan solusi terbaik. "Nah, giliran dia punya masalah bingung harus bertanya pada siapa," ujar Iwan.
Maka, ketika persoalan tersebut disampaikan kepada Iwan, dengan spontan dia menjawabnya, "Datanglah ke masjid. Sebab, di sana kita bisa mengadu kepada Allah."
….Datanglah ke masjid. Sebab, di sana kita bisa mengadu kepada Allah….
Sejak peristiwa itu, kata Iwan, di sejumlah daerah yang ada pesantren yang menjadi sasaran kunjungannya, massa OI selalu bersama-sama membersihkan dan shalat di masjid.

Merindukan Al Qur’an 
Pencipta dan pelantun Oemar Bakri, Bento dan Bongkar ini juga mengaku sangat merindukan Al-Qur'an untuk mengisi hari-hari hidupnya ke depan. "Sebab semua persoalan hidup, jawabannya ada di dalam Qur’an," kata Iwan.
Ia mengaku tersadar tentang kehebatan Qur’an ketika menyaksikan seorang qoriah pesantren Miftahul Ulum usai mengajinya lalu membawanya dengan cara memeluknya. "Dalam benak saya lalu berkata, (Qur’an dipeluk) pasti ada apa-apanya," ujar Iwan.
Dia lalu bertanya pada Al-Zastrow, sahabat karibnya yang faham tentang Islam. "Kata dia (Al-Zastrow), karena Qur'an bisa menjawab semua persoalan hidup."
….Al-Qur'an bisa menjawab semua persoalan hidup, sebab semua persoalan hidup jawabannya ada di dalam Qur’an….
Maka, ayah Galang Rambu Anarki itu memutuskan untuk membuka-buka sekaligus membaca dan memahami serta melaksanakan titah ayat-ayat yang terkandung di dalam Qur’an itu. "Selama ini saya senang baca buku, tapi, nggak ada yang bisa menjawab sekaligus memecahkan berbagai macam persoalan yang dihadapi," tutur Iwan.
Iwan mengungkapkan tentang sejumlah surat dalam Qur’an yang menerangkan tentang kehidupan. "Misalnya, surat Al-Ashri tentang menghargai waktu dan Al-Ma'un tentang kasih sayang kepada sesama," ujarnya.
Diam-diam, pesohor lagu-lagu balada yang pernah menjadi juara lomba azan sewaktu di SD itu mulai lancar berbicara bahasa dakwah dan menyitir ayat-ayat Qur’an, maka, Al-Zastrow pun kemudian tak pelak memanggil Iwan dengan sebutan Kiai Haji Iwan Fals. Hadirin pun menyambutnya dengan tepukan tangan. [taz/tin]